MDR QRIS adalah biaya per transaksi yang dipotong bank atau penyedia QRIS dari uang yang kamu terima. Sejak 1 Oktober 2026, Bank Indonesia menetapkan MDR 0% untuk usaha mikro sampai Rp500.000 per transaksi (0,3% di atasnya) dan 0% untuk usaha kecil, menengah, dan besar sampai Rp100.000 (0,7% di atasnya). Cara menghitungnya sederhana: nominal transaksi dikali persen MDR sesuai kategori dan nominal.
Apa itu MDR QRIS
MDR singkatan dari Merchant Discount Rate. Ini biaya jasa yang dikenakan penyelenggara jasa pembayaran (bank atau penyedia e-wallet tempat kamu mendaftar QRIS) kepada merchant setiap kali ada transaksi QRIS. Besarnya ditetapkan Bank Indonesia, dan menurut BI sendiri, BI tidak mengambil bagian dari biaya ini. Seluruhnya untuk industri pembayaran.
Biasanya MDR tidak muncul sebagai tagihan terpisah. Ia langsung dipotong saat dana diteruskan ke rekening kamu, jadi yang masuk sedikit lebih kecil dari yang dibayar pembeli. Karena itu banyak pemilik usaha baru sadar ada MDR saat mencocokkan laporan di akhir bulan.
Satu aturan yang sering dilanggar tanpa sadar: MDR adalah tanggungan merchant. Ketentuan BI tidak membolehkan merchant membebankan biaya QRIS secara terpisah kepada pembeli. Jadi menulis "bayar pakai QRIS tambah 1%" di kasir itu tidak sesuai aturan.
Tarif MDR QRIS terbaru dari Bank Indonesia
Bank Indonesia mengumumkan perluasan MDR 0% pada 17 Agustus 2026, dan aturannya berlaku mulai 1 Oktober 2026. Intinya: usaha mikro tetap 0% sampai Rp500.000, dan sekarang semua kategori lain juga 0% untuk transaksi sampai Rp100.000. Ini tabel lengkapnya untuk QRIS MPM dan CPM, merujuk ke halaman MDR QRIS di situs resmi Bank Indonesia.
| Kategori merchant | Nominal per transaksi | MDR mulai 1 Oktober 2026 | Sebelumnya |
|---|---|---|---|
| Usaha Mikro (UMI) | sampai Rp500.000 | 0% | 0% |
| Usaha Mikro (UMI) | di atas Rp500.000 | 0,3% | 0,3% |
| Usaha Kecil, Menengah, Besar (UKE, UME, UBE) | sampai Rp100.000 | 0% | 0,7% |
| Usaha Kecil, Menengah, Besar (UKE, UME, UBE) | di atas Rp100.000 | 0,7% | 0,7% |
| Pendidikan | sampai Rp100.000 | 0% | 0,6% |
| Pendidikan | di atas Rp100.000 | 0,6% | 0,6% |
| SPBU | sampai Rp100.000 | 0% | 0,4% |
| SPBU | di atas Rp100.000 | 0,4% | 0,4% |
Di luar tabel itu, BI juga menetapkan 0% untuk kategori khusus seperti Badan Layanan Umum, Public Service Obligation, serta transaksi pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya (bansos, pajak, paspor, donasi sosial). Batas nominal berlaku per transaksi, bukan per hari atau per bulan.
Cara menghitung MDR QRIS
Rumusnya cuma satu baris:
MDR = nominal transaksi x persen MDR sesuai kategori dan nominal
Persennya berlaku untuk seluruh nominal transaksi, bukan hanya selisih di atas batas. Beberapa contoh supaya terasa:
- Warung kopi, usaha mikro, transaksi Rp25.000. Di bawah Rp500.000, jadi MDR Rp0.
- Penjual HP bekas, usaha mikro, transaksi Rp1.500.000. Di atas Rp500.000, kena 0,3%. MDR = 1.500.000 x 0,3% = Rp4.500. Yang diterima Rp1.495.500.
- Toko bahan kue, usaha kecil, transaksi Rp85.000. Di bawah Rp100.000, MDR Rp0 (sebelum Oktober 2026 kena Rp595).
- Toko bahan kue yang sama, transaksi Rp250.000. Di atas Rp100.000, kena 0,7%. MDR = 250.000 x 0,7% = Rp1.750.
Simulasi satu bulan
Misalnya toko bahan kue tadi terdaftar sebagai usaha kecil dan dalam sebulan punya 400 transaksi QRIS: 300 transaksi kecil dengan rata-rata Rp60.000 dan 100 transaksi besar dengan rata-rata Rp350.000.
| Kelompok | Omzet | MDR |
|---|---|---|
| 300 transaksi x Rp60.000 | Rp18.000.000 | 0% = Rp0 |
| 100 transaksi x Rp350.000 | Rp35.000.000 | 0,7% x Rp350.000 x 100 = Rp245.000 |
| Total | Rp53.000.000 | Rp245.000 |
Kalau dibagi total omzet, biaya efektifnya sekitar 0,46%. Dengan aturan lama, toko yang sama membayar 0,7% dari Rp53 juta, yaitu Rp371.000. Selisih Rp126.000 per bulan memang tidak besar, tapi untuk usaha dengan margin tipis itu lumayan.
Saran kami, hitung dengan data transaksi kamu sendiri, bukan rata-rata kasar. Ekspor mutasi sebulan dari aplikasi merchant, pisahkan transaksi di bawah dan di atas batas, lalu kalikan. Lima belas menit kerja di spreadsheet sudah cukup.
Usaha mikro atau usaha kecil? Cara tahu kategori kamu
Kategori merchant QRIS menentukan tarif, jadi ini layak dicek. Secara umum, PP Nomor 7 Tahun 2021 membagi UMKM berdasarkan hasil penjualan tahunan: usaha mikro sampai Rp2 miliar, usaha kecil di atas Rp2 miliar sampai Rp15 miliar, dan usaha menengah di atas Rp15 miliar sampai Rp50 miliar.
Tapi hati-hati, batas kategori di QRIS ditentukan oleh bank atau penyedia tempat kamu mendaftar, dan tidak selalu sama dengan angka di PP tersebut. Ada bank yang dalam materi edukasi QRIS-nya menyebut usaha mikro sebagai usaha dengan penjualan tahunan sampai Rp300 juta. Cara paling pasti: lihat kategori merchant di aplikasi atau portal merchant kamu, atau tanyakan langsung ke bank. Kalau ternyata kamu usaha mikro tapi terdaftar sebagai usaha kecil, kamu membayar MDR lebih besar dari seharusnya untuk transaksi Rp100.000 sampai Rp500.000.
Di mana posisi TemanQRIS dalam hitungan MDR
Pertanyaan ini sering masuk ke tim kami, jadi kami jawab terus terang.
Di mode reguler, TemanQRIS mengubah QRIS statis milik kamu menjadi QRIS dinamis. QR yang dibayar pembeli tetap QR merchant kamu, dari bank atau e-wallet kamu. Artinya MDR (kalau ada) dipotong oleh bank kamu sesuai tabel di atas, dan TemanQRIS tidak menambah potongan persentase per transaksi. Biaya dari kami berupa paket: Free Rp 0 atau Premium Rp 9.000 per bulan. Kalau kamu belum paham beda QRIS statis dan dinamis, mulai dari panduan QRIS statis vs dinamis.
Di mode Automatic Payment Gateway, struktur biayanya berbeda dan perlu dihitung sendiri. Server menambahkan kode unik 0 sampai 999 rupiah ke total yang dibayar pembeli (tidak dikembalikan). Dari saldo kamu dipotong biaya layanan gateway, yaitu 0,8% dari nominal dasar untuk semua nominal, dibulatkan ke atas. Dana masuk ke saldo wallet TemanQRIS, bisa ditarik mulai H+1, dan penarikan ke rekening dikenakan biaya (biaya penarikan yang berlaku saat ini ada di FAQ). Mode ini butuh verifikasi KYC dan dibatasi Rp1.000.000 per transaksi.
Cara menekan biaya transaksi QRIS tanpa melanggar aturan
- Pastikan kategori merchant benar. Ini dampaknya paling besar untuk usaha mikro dengan banyak transaksi di rentang Rp100.000 sampai Rp500.000.
- Lihat biaya di luar MDR. Beberapa payment gateway menambahkan biaya tetap per transaksi atau biaya penarikan. Untuk transaksi kecil, biaya tetap Rp4.000 jauh lebih terasa daripada MDR 0,7%. Kami membandingkannya di artikel alternatif Midtrans dan Xendit untuk QRIS.
- Jangan pecah transaksi demi mengejar batas 0%. Memecah satu pembelian jadi beberapa pembayaran kecil merepotkan pembeli dan bisa dianggap menyiasati ketentuan PJP kamu. Tidak sepadan.
- Pakai nominal yang pasti. QRIS dinamis tidak mengubah MDR, tapi mengurangi salah bayar dan waktu rekonsiliasi, yang ujungnya juga biaya. Contoh alurnya ada di cara terima pembayaran QRIS untuk toko online kecil.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
Berapa MDR QRIS untuk UMKM tahun 2026?
Mulai 1 Oktober 2026, usaha mikro kena 0% untuk transaksi sampai Rp500.000 dan 0,3% di atasnya. Usaha kecil, menengah, dan besar kena 0% sampai Rp100.000 dan 0,7% di atasnya.
Apakah MDR QRIS boleh dibebankan ke pembeli?
Tidak. MDR adalah tanggungan merchant, dan ketentuan Bank Indonesia tidak membolehkan merchant mengenakan biaya QRIS secara terpisah kepada pembeli.
Bagaimana cara menghitung MDR QRIS?
Kalikan nominal transaksi dengan persen MDR yang berlaku. Contohnya transaksi Rp250.000 di usaha kecil kena 0,7%, jadi MDR-nya Rp1.750. Persen berlaku untuk seluruh nominal, bukan hanya selisih di atas batas.
Apakah TemanQRIS memotong MDR dari transaksi saya?
Di mode reguler tidak. QR yang dibayar pembeli tetap QR merchant kamu, jadi MDR dipotong oleh bank kamu sesuai aturan BI. TemanQRIS mengenakan biaya paket Free Rp 0 atau Premium Rp 9.000 per bulan.